Rabu, 13 Februari 2013

PUASA DAUD



PUASA DAUD
Puasa yang paling dicintai oleh Allah ialah puasa Nabi Daud AS yaitu beliau berpuasa  pada satu hari dan  berbuka satu hari. Puasa daud merupakan puasa puasa yang terbaik baik dari sisi syari’at maupun dari sisi keutamaan. Jika dilihat dari segi syari’at puasa daud ialah puasa terpanjang dan terlama yang mempunyai dasar hukum dan legalitasnya dari Rasululullah SAW. Sedangkan jika dilihat dari segi keutamaan yaitu yang didasarkan pada sabda-sabda Rasullullah SAW sendiri ketika menjelaskan keutamaan puasa ini.
Pelaksanaan Puasa Daud
Puasa Daud dilakukan dengan berseling ialah sehari berpuasa dan  sehari tidak berpuasa. Pelaksanaanya dapat  dilakukan kapan saja hanya saja tidak boleh pada waktu diharamkannya puasa seperti pada hari raya atau Hari Tasyriq meskipun pada waktu itu gilirannya puasa dalam rangkaian puasa Daud. Meski dikatakan boleh kapan saja, namun puasa Daud pun tetap harus memperhatikan hadist-hadist dan hukum agama yang lainnya. Misalnya ketika memasuki bulan Ramadhan, tentu saja kita tidak dapat melakukan puasa Daud karena harus melaksanakan puasa Ramadhan sebagai puasa wajib.
Puasa Daud harus dilakukan dengan niat tersendiri, tidak boleh berniat dengan puasa yang lainnya, baik puasa sunnah maupun puasa fardlu, misalnya puasa nadzar. Bila memang ingin berpuasa nadzar, maka berpuasa nadzarlah terlebih dahulu kemudian puasa Daud.
Makna Terbaik Puasa Daud
Orang yang berpuasa Daud tentunya termasuk orang yang mempunyai komitmen tinggi, kemauan yang kuat, dan iman yang kokoh. Karena puasa Daud merupakan puasa sunnah yang sangat membutuhkan komitmen untuk terus melaksanakannya kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan seperti sakit. Karena itulah puasa Daud dikatakan puasa yang terbaik. Tanpa mengesampingkan puasa sunnah lainnya, apabila kita sudah berpuasa Daud maka jika kita tidak dapat melakukan puasa sunah lainnya, hal tersebut tidak apa-apa.
Untuk itu kita telah melakukan yang terbaik, maka Puasa Daud telah mencukupi semua puasa sunnah yang lainnya. Itulah makna Puasa Daud sebagai puasa yang terbaik namun bila kita yang sedang puasa Daud ingin melaksanakan sunnah puasa yang lainnya, maka tidak ada dalil yang melarangnya.  Kita tetap boleh berpuasa pada hari-hari tersebut.
Manfaat Puasa Daud
Apapun jenisnya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa puasa mampu menyehatkan badan.Adapun manfaat dari puasa daud diantaranya ialah:
1. Puasa daud ialah puasa yang porsinya pas dalam urusan dunia maupun akhirat dengan berpuasa maka kita tetap beribadah tapi tidak juga mengabaikan urusan dunia karena puasanya dilakukan berselang-seling
2.   Puasa daud membentuk jiwa sosial yang lebih peka.
3.  Merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dengan melakukan puasa yang terbaik  maka kita akan mendapatkan pahala yang terbaik juga.
4.   Setiap ibadah yang kita lakukan akan memperkuat keimanan, termasuk puasa Daud. Puasa Daud akan menjaga kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah sehingga keyakinan dan kecintaan kita kepada Allah SWT akan semakin kuat.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Selasa, 12 Februari 2013

PUASA SUNNAH


Puasa sunnah merupakan puasa yang dianjurkan untuk umat islam setelah puasa wajib karena bagi yang melakukannya akan mendapat pahala dan bagi yang meninggalkan juga tidak berdosa.Puasa sunnah terdiri dari beberapa macam diantaranya ialah:
1.Puasa pada hari senin dan kamis
Meski tidak ada kewajiban yang mengiringi puasa hari senin dan kamis namun keduanya ialah hari dimana semua amal hambanya akan diangkat dan akan diperlihatkan kepada Alloh swt.Nabi saw bersabda”Amal-amal itu akan diperlihatkan pada hari senin dan kamis,maka aku akan senang jika amalku bisa ditampakkan pada saat aku berpuasa.”(HR at-Tirmidzi)

2.Puasa 6 hari pada bulan syawal
Puasa syawal boleh dilakukan pada 6 hari berturut-turut setelah hari raya idul adha.Puasa juga boleh dilakukan ditengah atau diakhir selama itu bukan dilakukan pada hari tasyriq atau pada hari pertama bulan syawal. Puasa pada bulan syawal pahalanya sama dengan jika melakukan puasa penuh selama 1 tahun.Rosululloh sangat menganjurkan kepada umat muslim untuk melaksanakan puasa pada bulan ramadhan dan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan syawal.

3.Puasa pada hari Arafah
Puasa Arafah ini dilakukan pada tanggal 9 bulan dzulhijjah bagi orang-orang yang tidak melakukan ibadah haji.Melakukan puasa pada hari Arafah keutamaannya ialah akan dihapuskan dosa-dosanya pada tahun yang lalu dan akan dihapuskan dosanya pada tahun yang akan datang.

4.Puasa pada bulan sya’ban
Pada bulan sya’ban kita disunnahkan untuk berpuasa.Keutamaan bulan sya’ban ialah pada bulan ini semua amal akan diangkat kepada Alloh yang menguasai semesta alam

5.Puasa 3 hari pada setiap bulan
Pada setiap bulan disunnahkan untuk melakukannya pada ayyamul bidh atau hari putih yaitu setiap tanggal 13,14,dan 15.Tidaklah benar anggapan sebagian orang bahwa puasa pada hari putih hanya dengan makan nasi putih,telur putih,air putih,dll

6.Puasa pada bulan yang diharamkan atau bulan yang dihormati
Yakni pada bulan Dzulqo’dah,Dzulhijjah,Muharram dan Rojab.dianjurkan pada bulan-bulan ini untuk memperbanyak amal ibadah termasuk puasa.Meskipun dinamakan bulan haram namun tidak berarti diharamkan juga untuk berpuasa.

7.Puasa 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah
Yang dimaksud ialah puasa pada 9 hari yang pertama dibulan ini namun tidak termasuk hari yang ke-10 karena pada hari ke-10 merupakan hari raya qurban dan diharamkan untuk berpuasa

8.Puasa pada bulan Muharram
Puasa pada bulan muharram yang terutama ialah pada bulan Assyuro’.Keutamaannya ialah puasa pada ini merupakan puasa yang paling utama sesudah puasa pada bulan Ramadhan

9.Puasa Daud
Puasa daud ialah puasa sehari dan tidak puasa sehari.Kemudian begitu lagi dan seterusnya.Keutamaannya ialah puasa ini merupakan puasa yang paling disukai oleh Alloh

10.Puasa bagi orang yang belum menikah
Puasa ini dianjurkan bagi orang yang mempunyai syahwat tinggi dan belum menikah.Puasa ini bermanfaat untuk meredam gejolak syahwat namun melakukan puasa ini harus diluar hari yang diharamkan untuk berpuasa.

PUASA TASYRIQ


Menurut ahli bahasa dan ahli ilmu fiqih hari tasyriq merupakan 3 hari setelah hari raya idul adha. Dinamakan tasyriq karena pada hari tersebut umat islam sedang menjemur daging qurban mereka.Puasa pada hari tasyriq hukumnya haram karena hari-hari tersebut merupakan satu rangkaian dengan hari raya idhul adha. Rasulullah saw. juga menyebut bahwa hari Tasyrik merupakan hari makan dan minum.Maka dari itu, jika datang bulan dzulhijjah dan seseorang ingin berpuasa tiga hari selama ayyâmul bîdh maka diharamkan baginya berpuasa pada tanggal 13. Jika orang tersebut tetap berpuasa, maka puasanya menjadi tidak sah.

KEUTAMAAN HARI TASYRIQ
 Allah swt mengistimewakan hari tasyrik dengan menjadikan hari ini sebagai waktu yang istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah memerintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir pada hari tasyriq. Dalam sebuah  hadist Nabi saw bersabda:
أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.”
Yang dimaksud dengan al qarr yaitu tanggal 11 dzulhijjah atau hari ke-2 sesudah hari Qurban.

RAHASIA DIBALIK LARANGAN BERPUASA PADA HARI TASYRIQ
Pada waktu orang-orang berkunjung ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui juga kelelahan setelah berihram Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan pada 3 hari sesudahnya.Allah juga memerintahkan kepada  mereka untuk memakan daging yang telah mereka sembelih.Pada saat itulah, mereka mendapat jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.
Sedangkan kaum muslimin di belahan negeri lain,juga turut melakukan ibadah seperti yang dilakukan para jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir,bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah, dan bersama-sama berusaha memohon ampunan dari Allah,yaitu dengan menyembelih hewan qurban. Sesudah itu, mereka bersama-sama merayakan hari raya Idul Adha dan hari tasyriq. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah kemudian mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban pada hari tasyriq.
Allah mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk menjadikan hari tasyriq sebagai hari makan dan minum, agar  bisa membantu mereka untuk semakin lebih giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya.Karena semua itu merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang paling sempurna.Yaitu nikmat yang kita terima, menjadikan sarana untuk membantu kita agar semakin giat untuk melakukan ibadah.

AMALAN PADA HARI TASYRIQ
Mengingat keistimewaan pada hari tasyriq kita sebagai orang yang beriman seharusnya memaksimalkan usaha untuk mendapat limpahan rahmat dan pahala dari Allah pada hari itu.Memperbanyak untuk berbuat amal soleh dan segala bentuk ibadah kepada Allah.Namun ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari tasyriq diantaranya ialah:
1.Dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir
2.Memperbanyak berdo’a kepada Allah swt
3.Perbanyak bersyukur kepada Allah pada hari tasyriq
4.Dianjurkan makan dan minum pada hari tasyriq dengan tujuan untuk memperkuat ibadah

Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita untuk selalu beristiqamah dalam memohon ampunan-Nya dan semoga Allah menerima segala pengorbanan yang telah kita serahkan sebagai bukti manifestasi cinta kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.Amiiiiieenn
  

Kamis, 17 Januari 2013

TAHALLUL



TAHALLUL
Tahallul merupakan  rangkaian kegiatan terakhir yang ada dalam ibadah umroh atau haji.Menurut bahasa tahallul ialah menjadi boleh atau diperbolehkan.Jadi tahallul  adalah diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang itu dari segala apa yang dilarang atau dipantang ketika melakukan ihram.Dan pelaksanan tahallul dilaksanakan dengan memotong rambut paling sedikit yaitu sebanyak 3 helai.Semua madzab mempunyai pendapat bahwa tahallul ialah wajib namun hanya madzab syafi’i yang menganggap tahallul sebagai rukun.
Tahallul dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu alhalq yang berati mencukur sampai habis dan attaqsir yang berarti memangkas.Kedua cara ini boleh dilakukan namun didalam beberapa hadist yang ada telah dijelaskan bahwa tahallul yang paling disukai oleh Rosululloh SAW adalah tahallul dengan cara alhalq.cara alhalq ini tidak berlaku bagi  para jama’ah wanita.Tahallul dengan cara alhalq telah dicontohkan oleh Rosululloh yaitu dimulai dengan mencukur habis rambut bagian kanan kemudian dilanjutkan dengan mencukur habis rambut bagian kiri.
Tahallul terdiri dari 2 macam yaitu:
1.Tahallul Awal yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram,setelah melakukan  2 diantara 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah dan bercukur atau melempar jumroh aqobah dan thowaf ifadloh serta sa’i dan bercukur.Tahallul ini dilakukan setelah mabit di muzdalifah.Setelah melakukan tahallul awal seseorang itu diperbolehkan berganti pakaian biasa serta memakai wewangian dan boleh melakukan apa saja yang telah dilarang ketika berihram kecuali bersetubuh.
2.Tahallul Tsani yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram setelah melakukan 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah, bercukur dan thowaf ifadloh serta sa’i.Untuk seseorang yang telah melakukan sa’i setelah thowaf qudum maka tidak perlu melakukan sa’i setelah thowaf ifadloh.Setelah melakukan tahallul tsani barulah seseorang itu boleh bersetubuh dengan istrinya.
Adapun syarat tahallul ialah:
1.Sedikit-dikitnya mencukur atau memotong 3 helai rambut
2.Bagi seseorang yang tidak mempunyai rambut maka cukup dengan menjalankan pisau cukur dikepalanya.
3.Saat melakukan pencukuran,semua rukun dari Umroh yang terdiri dari ihram, thowaf,dan sa’i sudah dilakukan dengan tertib.
4.tidak sah jika yang dicukur kumis atau jenggot
5.Ikhtiyatan atau menjaga kehati-hatian
Sedangkan sunnah tahallul meliputi:
1.Lebih utama bagi laki-laki digundul atau botak
2.Untuk wanita cukup memotong rambut sekadarnya saja
3.Ketika mencukur rambut dianjurkan menghadap kearah kiblat
4.Mencukur rambut dimulai dari kanan lalu kekiri
5.Rambut yang telah dicukur sebaiknya dipendam atau dikubur
Tahallul karena terhalang:
1.Jika mengikat niat ihram umrohnya dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan boleh segera melakukan tahallul,caranya cukup dengan berniat dan mencukur rambut tanpa ada denda apapun
2.Jika niat ihram umrohnya tidak dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan ketika umroh diperbolehkan segera melakukan tahallul dengan cara berniat dan mencukur rambut namun kena denda yaitu dengan menyembelih seekor kambing

Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

Rabu, 16 Januari 2013

SA’I



SA’I     
Sa’i menurut bahasa berarti usaha sedangkan dalam ilmu fiqih sa’i berarti berjalan diantara bukit shafa dan bukit marwah.Sa’i merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada didalam ibadah haji maupun ibadah umroh.Dan sa’i sendiri merupakan rukun yang harus dilakukan bila tidak melakukan maka menjadi tidak sah ibadah haji maupun umroh itu.Sa’i dilakukan setelah menjalani ibadah thowaf baik thowaf umroh maupun thowaf ifadhoh.Dan sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai wudhu maupun dalam keadaan haid atau nifas.   
Sebelum melakukan ibadah sa’i seharusnya para jama’ah sudah mengetahui dan memahami sejarah dari sa’i supaya ibadah yang akan mereka lakukan bisa menjadi lebih khusyu’.Memahami sejarah sa’i dilakukan dengan tujuan agar para jama’ah mengerti untuk apa mereka melakukan ibadah sa’i ,bukan semata-mata hanya untuk mengikuti para jama’ah yang lain melainkan melakukan ibadah untuk dirinya sendiri.Dan didalam ibadah sa’i sendiri terkandung makna yang berarti untuk memohon pertolongan kepada Alloh dan memohon ampunan dari segala perbuatan dosa. Dan sa’i sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
Sejarah sa’i itu sendiri dapat dilihat  dari cerita perjalan istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar.Beliau yang ketika itu ditinggal oleh Nabi Ibrahim sedang mencari air minum untuk anaknya yaitu Nabi Ismail yang sedang kehausan.Ibu Hajar sendiri sudah berusaha mencari air.Dia berlari menaiki dan menuruni bukit shafa dan marwah.Kemudian ibu Hajar berdiri diatas bukit marwah namun tidak ada seorangpun disana.Dia melakukan itu berulang-ulang sampai 7 kali.Maka dari itu orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh di suruh melakukan sa’i diantara keduanya.Sesungguhnya shafa dan marwah ialah sebagian dari syiar Alloh.Dan sa’i sendiri sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
 Syarat melakukan ibadah sa’i terdiri :
1.       Dilakukan setelah ibadah thowaf.bila sa’i dilakukan sebelum thowaf maka sa’inya dianggap tidak sah dan harus mengulang.
2.       Melakukan sa’i antara shafa dan marwah harus sekaligus tidak boleh ada jeda ataupun istirahat kecuali untuk berdoa.
3.       Ibadah sa’i harus dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 putaran jika tidak maka ibadah sa’inya menjadi tidak sah.

Sunnah sa’i diantaranya terdiri dari :
1.       Naik ke bukit shafa dan marwah kemudian menghadap kearah ka’bah
2.       Banyak membaca doa’ dan berdzikir terlebih ketika berada diantara bukit shafa dan marwah
3.       Dalam menjalani ibadah sa’i disunnahkan dalam keadaan suci.jika tidak memungkinkan untuk bersuci itu tidak masalah sa’inya tetap sah namun akan mengurangi pahala
4.       Ibadah sa’i dilakukan dengan cara al-khabab yaitu dengan cara berjalan cepat atau berlari-lari kecil jika mampu dan berjalan biasa bagi yang tidak mampu.
5.       Menjauhkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan tidak menjauhkan diri dari perkataan dosa
6.       Ketika melaksanakan ibadah sa’i tidak diperbolehkan menyakiti siapa pun baik menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan


   Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini
 

About

Site Info

Text

UMROH MURAH SIDOARJO Copyright © 2009 Template is Designed by Islamic Wallpers