SA’I
Sa’i menurut bahasa berarti usaha sedangkan dalam
ilmu fiqih sa’i berarti berjalan diantara bukit shafa dan bukit marwah.Sa’i
merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada didalam ibadah
haji maupun ibadah umroh.Dan sa’i sendiri merupakan rukun yang harus dilakukan
bila tidak melakukan maka menjadi tidak sah ibadah haji maupun umroh itu.Sa’i
dilakukan setelah menjalani ibadah thowaf baik thowaf umroh maupun thowaf ifadhoh.Dan
sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai wudhu maupun dalam keadaan
haid atau nifas.
Sebelum melakukan ibadah sa’i seharusnya para jama’ah
sudah mengetahui dan memahami sejarah dari sa’i supaya ibadah yang akan mereka
lakukan bisa menjadi lebih khusyu’.Memahami sejarah sa’i dilakukan dengan
tujuan agar para jama’ah mengerti untuk apa mereka melakukan ibadah sa’i ,bukan
semata-mata hanya untuk mengikuti para jama’ah yang lain melainkan melakukan
ibadah untuk dirinya sendiri.Dan didalam ibadah sa’i sendiri terkandung makna yang
berarti untuk memohon pertolongan kepada Alloh dan memohon ampunan dari segala
perbuatan dosa. Dan sa’i sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan
dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha
yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan
dan taqwa kepada Alloh SWT.
Sejarah sa’i itu sendiri dapat dilihat dari cerita perjalan istri Nabi Ibrahim yaitu
Siti Hajar.Beliau yang ketika itu ditinggal oleh Nabi Ibrahim sedang mencari
air minum untuk anaknya yaitu Nabi Ismail yang sedang kehausan.Ibu Hajar
sendiri sudah berusaha mencari air.Dia berlari menaiki dan menuruni bukit shafa
dan marwah.Kemudian ibu Hajar berdiri diatas bukit marwah namun tidak ada
seorangpun disana.Dia melakukan itu berulang-ulang sampai 7 kali.Maka dari itu
orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh di suruh melakukan sa’i
diantara keduanya.Sesungguhnya shafa dan marwah ialah sebagian dari syiar
Alloh.Dan sa’i sendiri sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam
hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang
keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan
dan taqwa kepada Alloh SWT.
Syarat melakukan ibadah sa’i terdiri :
1.
Dilakukan
setelah ibadah thowaf.bila sa’i dilakukan sebelum thowaf maka sa’inya dianggap
tidak sah dan harus mengulang.
2.
Melakukan
sa’i antara shafa dan marwah harus sekaligus tidak boleh ada jeda ataupun
istirahat kecuali untuk berdoa.
3.
Ibadah
sa’i harus dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 putaran jika tidak maka ibadah
sa’inya menjadi tidak sah.
Sunnah sa’i diantaranya terdiri dari :
1.
Naik
ke bukit shafa dan marwah kemudian menghadap kearah ka’bah
2.
Banyak
membaca doa’ dan berdzikir terlebih ketika berada diantara bukit shafa dan
marwah
3.
Dalam
menjalani ibadah sa’i disunnahkan dalam keadaan suci.jika tidak memungkinkan
untuk bersuci itu tidak masalah sa’inya tetap sah namun akan mengurangi pahala
4.
Ibadah
sa’i dilakukan dengan cara al-khabab yaitu dengan cara berjalan cepat atau
berlari-lari kecil jika mampu dan berjalan biasa bagi yang tidak mampu.
5.
Menjauhkan
pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan tidak menjauhkan diri dari perkataan
dosa
6.
Ketika
melaksanakan ibadah sa’i tidak diperbolehkan menyakiti siapa pun baik menyakiti
dengan perkataan maupun perbuatan
Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini




0 komentar:
Posting Komentar